Wahana Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia
Indonesian Farmer and Fisher Society Organization
"KEMANUSIAAN DAN KESEJAHTERAAN"
Masuk Daftar Menjadi Anggota Daftar Untuk Beli Komoditi

Petani Papua Barat Terbantu Adanya BBM Satu Harga

Sumber : INFONAWACITA.COM
Penulis : Desy Selviany 

Soleman Mambrasar, warga Distrik Werur, Kab. Tambrauw yang yang sangat terbantu dengan kehadiran BBM Satu Harga. (foto: Biroklik Kementerian ESDM)

Tambrauw, Papua Barat, menjadi lokasi titik ke-31 lembaga penyalur BBM satu harga. Petani Tembrauw pun merasa sangat terbantu dengan adanya program BBM Satu Harga.

Salah satunya Soleman Mambrasar, warga Distrik Werur, Kab. Tambrauw yang yang sangat terbantu dengan kehadiran BBM Satu Harga.

“Dulunya kami mendapatkan minyak (BBM) seperti bensin (premium) itu Rp15.000 sampai Rp20.000 per liter. Sekarang dengan adanya SPBU Kompak kami sangat senang karena harganya terjangkau,” ucap Soleman seperti termuat dalam rilis resmi yang diterima pada Minggu (26/11).

 

Soleman bercerita dirinya yang merupakan seorang petani, merasa susah dengan harga BBM yang mahal sebelumnya. Butuh biaya yang besar untuk menjual hasil pertanian di hutan ke pasar atau kota.

“Seperti kami ini petani dari hutan jauh-jauh, mau angkat hasil (pertanian) kami untuk menjual sangat susah, dengan adanya SPBU Kompak ini yang menjual minyak (BBM) dengan murah, kami dapat menjual hasil kami dengan lebih baik,” ujarnya.

“Kini, sisa uangnya kami bisa menyimpan (menabung), karena anak kami ada yang kuliah, ada yang masih (sekolah) di bangku SMA dan SMP, dulunya ya sangat susah, kini dengan adany SPBU Kompak ini kami sangat senang,” lanjut Soleman.

Diresmikan

Seperti diketahui pada Jumat (24/11), SPBU Kompak yang berada di Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw diresmikan sebagai lembaga penyalur BBM satu harga di wilayah itu.

Peresmian dilakukan oleh Direkorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Harya Adithyawarman, Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Fanshurullah Asa, General Manager MOR VIII PT Pertamin (Persero) Made Adi Putra dan Wakil Bupati Tambrauw Mesakh Matusalak Yekwam.

Wilayah ini menjadi titik ke-31 dari penerapan BBM Satu Harga di seluruh pelosok Indonesia. Dari 31 titik tersebut, 12 titik berlokasi di Papua dan Papua Barat.

Sesuai roadmap BBM satu harga, hingga akhir tahun 2017 akan didirikan 59 lembaga penyalur, dengan rincian 54 penyalur Pertamina dan 5 penyalur swasta. Ditargetkan pada 2019 sudah beroperasi 150 lembaga penyalur BBM satu harga secara nasional yang difokuskan pada wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). (DS/yi)


KOMENTAR